Apa Yang Terjadi Setelah Mati?

Andri Wijaya | Thursday, September 24, 2009 | 17:10

Surat Al Munafiqun ayat 11

"Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya"


tidak diragukan lagi bahwa kita akan mati
tidak peduli sesehat apapun kita sekarang, akhirnya akan mati juga
oleh karena itu mati tidak perlu kita takuti, karena pasti terjadi
tapi kita perlu takut pada apa yang akan terjadi setelah mati

Nabi bersabda :
"sesungguhnya kubur itu adalah permulaan tempat-tempat akhirat
bila pemiliknya selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya itu lebih mudah darinya
kalau pemiliknya tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya itu lebih berat lagi"

renungan kisah ..
lirihan seorang gadis yg baru di tinggal mati ayahnya ..

wahai ayahku ..
engkau telah kukafani dengan sebungkus kafan, tetapi masihkan engkau mengenakan kafan itu besok?
aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau? atau sudah mulai digerogoti cacing?

ayahku ..
orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok akan ditanya tentang imannya
diantara mereka ada yang menjawab, namun ada yang cuma membisu
adalah ayah nanti bisa menjawab? atau hanya membisu?

ayahku ..
orang alim berkata bahwa kuburan itu bisa dibuat lebih luas ataupun lebih sempit
bagaimanakah kuburan ayah? bertambah luaskah atau bertambah menyempit?

ayahku ..
orang alimpun berkata bahwa kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan surga, adapula yang dari neraka
kain kafan darimanakah yang ayah gunakan sekarang?

ayahku ..
orang alim berkata bahwa kuburan itu merupakan secuil taman dari taman di surga, namun juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka
yang kupikirkan, bagaimana kuburan ayah sekarang? taman surgakah atau lubang neraka?

ayahku ..
orang alim berkata bahwa liang kubur bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu kepada anaknya,
namun bisa juga menjadi lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang si mayat
bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang? pelukan manakah yang ayah rasakan?

ayahku ..
orang alim berkata bahwa orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dulu tidak memperbanyak amalan bagus namun malahan mengumbar maksiat
yang kutanyakan pada ayah sekarang
apakah ayah termasuk orang yang menyesal karena perbuatan maksiat? ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebaikan?

ayahku ..
dahulu setiap aku memanggilmu tentu engkau selalu menjawab
namun kini engkau ku panggil-panggil tak lagi mau menjawabku
engkau kini tlah berpisah denganku, dan tak bersua lagi sampai hari kiamat
semoga Allah tidak menghalangi perjumpaanku denganmu

seandainya perkataan ini diajukan oleh anak kita yang kita cintai pada waktu kita baru dikubur, bagaimana perasaan kita? mampukah kita menjawabnya?

*diambil dari rekaman acara radio galeri MQ

1 comment:

  1. Teringat dengan ayahanda tercintaku setalah membaca tulisan ini...nice, persiapkan matimu sebelum ajal menjemput

    ReplyDelete